Minggu, 06 November 2011

Sepuluh Lagu Terfavorit Ku

Okee, tulisan ini saat sedang bengong dalam kesendirian yang sangat menginginkan sekali dengan hujan (dan Tuhan mendengar, hujan pun turun). Sedikit terinspirasi dari tulisan-tulisan beberapa kawan yang sempat di share di note facebook, blog, dan tumblr.

Sepuluh lagu yang ada berkenaan dengan kenangan unik yang pernah aku lewati. Tapi juga ada sih yang cuma denger sebentar langsung suka. Disini semua lagu dengan genre apapun akan tetap ditulis,
wong namanya lagu favorit kok. Mau dari luar atau dalam negeri, tetap akan ditulis.

Kamu tau ngga kenapa hujan itu turun? Ya, agar mampu membasahi cinta di hatimu untuk aku #eaaa

1. Do Re Mi - Budi

Namanya simpel, tampang pun simpel :D . Tapi lagunya itu lho, langsung nyess. Do re mi, lagu simpel yang mudah diinget. Iramanya yang ceria, lirik yang gampang mungkin jadi faktor utama masuk dalam 10 lagu favorit. Dengan gitar kecil ala pengamen (katanya gitar kecil itu disebut ukulele. Tapi apa sih arti sebuah nama?) Budi, emang sengaja membuat lagu yang bisa dibilang ga pasaran. Tau kan pasaran musik Indonesia itu kaya' apa. Klo pasarnya melayuu, melayu semua. Klo boyban/girlband semua rame2 buat kelompok lagu dengan tampang lumayan, tapi lagu pasaran.
Yaah, si Budi ini emang beda.

2. Sekali Lagi - Ipang
Tiba-tiba aja lagu ini langsung ada di otak. Terinspirasi dari pengalaman konyol bahkan cenderung ga penting, yang kayanya ga perlu diceritain. Tapi jujur, lagu ini dalem bgt. Si Ipang yang tampang bak preman tapi suara lembut mampu buat aku memilih lagu ini dalam daftar 10 lagu favorit.Siapa sih yang ga tau Ipang. Siapa coba Ipang? Hayoo siapa?
Lagu ini juga yang paling sering masuk playlist jet-audio di leppi bulukku.

3. Kaise Mujhe (Ost. Ghajini)
Lagu India yang berhasil masuk dalam 10 lagu favoritku. Ga ngerti siapa yang nyanyi, ga ngetri apa artinya, tapi lagunya itu lhoo. Klo katanya stasiun tv Trans** sih lagu ini bikin termehek-mehek.
Lagu ini soundtrack film romantis Ghajini. Aslinya sih bukan film romantis, tapi film yang dipuncak ceritanya ada berantemnya. Jadi ceritanya, ada cwo kaya yang jatuh cinta sama cwe dari kalangan biasa. Mereka jadian, tapi si cwo ga menyebutkan identitas aslinya, eh si cwe ini dibunuh sama kepala geng yang merasa terganggu sama si cwe ini karena menghalangi-halangi semua usaha dalam perdagangan manusia. Ya si cwo yang sebelumnya dibuat lupa ingatan ini sama penjahatnya, ya balas dendam dong.
Udah ah ceritanya, mau tau jelasnya ya nonton! Gitu kok repot!

4. Hujan di Hatiku - Netral
Band dengan aliran punk ini emang keren kok. Hampir semua lagu band ini aku suka, tapi cuma satu yang udah pasti masuk di playlist jet-audio, Hujan di Hatiku. Mungkin karena terobsesi sekali dengan hujan dan air, maka lagu ini sangat, sangat, sangat, very tepat dipilih. Mau cuaca panas, badai matahari pun bakal selalu diputar.


5. I'm Not Okay - My Chemical Romance
Stress, bahagia, patah hati, kesepian. Lagu ini pasti penawarnya. Diputar dengan volume full, ga peduli siang ato malem.

6. Aduh Buyung - Manis Manja Grup
Lagu dangdut yang beraliran melayu. Satu-satunya lagu dangdut lawas favorit. Walaupun jarang masuk dalam playlist, tapi sejak masih polos-polosnya diriku dan belum tau apa-apa sudah sangat suka lagu ini. Ga ngerti kenapa. Dan ga mau tau kenapa.

*stop menulis, keluar kamar kost dan joged2 ala upacara pemanggil hujan*

Dua jam kemudian..

*masuk kamar, tutup pintu, tutup jendela dan gorden*

Dongkol, hujan tak kunjung kembali turun.

7. Facebook - GIGI
Ga ada pengalaman khusus sama lagu ini. Tapi sekali dengar selalu masuk playlist saat karaokean, maupun saat bengong. Alhasil, saya memutuskan memasukkannya dalam 10 lagu terfavorit.
Armand Maulananya itu lhoo, biar udah berkeluarga, tetap aja masih unyu :D

8. More Than Words
Satu tembang lawas, mau dinyanyiin versi Westlife maupun aslinya tetap aja suka!
Namanya suka ya suka! Jangan maksa dong!! #abaikan

9. Leaving On The Jet Plane versi Justin Timberlake
Jujur, ga tau penyanyi aslinya. Tapi lebih suka kalo si mantan Britney Spears ini yang nyanyi. Coba deh download sendiri. Klo ngga download nyesel lho!

10. Semusim - Chrisye feat Waljinah
Siapa coba yang ngga suka sama karyanya Alm. om Chrisye?? Semua lagunya disukai tua-muda. Aku milih lagu ini sebagai pilihan favorit bukan karena lagu ini satu-satunya lagu Alm. Chrisye yang ada di leppi, tapi karena dia berduet dengan pesinden terkenal se-Jawa (eh diluar Jawa juga tau sih), Waljinah. Ya bukan karena duet sama Waljinah juga sih. Tapi alasannya sama. Aku suka!

*menatap keluar jendela, tersenyum*

Hujan turun lagi. Mari tidur :)

(Yogyakarta, kamar kost uk.4x6, 6 Nov. 2011, 12.30 WIB)

*juga dipost: Corat Coret Tumblr

Jumat, 15 Juli 2011

Mantan Pacarmu

“Apa kamu ingin tahu bagaimana kami berpacaran dulu?” Tanyanya, dengan santai di depan pintu rumahmu, sayang.

Aku pun menjawab, “ngga perlu! Aku cukup tahu bagaimana kalian berpacaran. Aku tahu berapa lama kalian berpacaran. Aku tahu bagaimana dan seperti apa hingga level apa kalian berpacaran. Aku udah tahu semuanya, bahkan sebelum kita berpacaran.”

Tegas!

Kamu pun keluar dari dalam rumah, dan mengajakku pulang kembali ke Yogya. Aku pun berpamitan pada ibumu, sayang.

Dan dia, hanya terpaku, terdiam, kehabisan kata-kata.

Ya dia, mantan pacarmu itu.


*juga dipost: Corat Coret Tumblr

Selasa, 19 April 2011

Astaghfirullah!

Dengan mengawali ucapan Basmallah..
"Bismillahhirahmannirahim.."

Semoga tulisan ini tidak mendapat kecaman banyak orang. Tidak ada maksud menyindir, ataupun mencela.
Begini, saya risih mata saya siwer (bahasa lainnya apa ya?) sama tulisan besar-kecil yang "pernah" atau mungkin sampai saat ini menjadi trend.
Sempat mengucap rasa syukur yang terdalam terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena beberapa waktu sudah jarang atau bahkan tak pernah lagi melihat tulisan besar-kecil di media jejaring sosial terkenal bernama wajah buku a.k.a facebook. Eh, tak taunya beberapa waktu yang lalu, mata saya yang minusnya sampai 2.75 ini menemukan kembali tulisan macam itu, besar-kecil. Belum lagi ditambah dengan kosakata baru yang saya yakin 100% kata-kata tersebut tak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Astaghfirullah!
Satu kata ucapan yang wajib keluar dari bibir mungil saya :D
Bagaimana tidak, setelah perasaan adem ayem, tenang, dan nyaman menikmati jejaring sosial tanpa tulisan-tulisan itu, ternyata masih ada yang menggunakan. Rasanya minus pada mata bulat saya semakin besar. Tuhan, tabahkan saya!

*juga dipost: Corat Coret Tumblr

Sabtu, 01 Januari 2011

Resolusi 2011

Keinginan mengenakan jilbab atau kerudung sudah ada sejak dulu, bahkan jauh sebelum saya berada di bangku kuliah. Entahlah, mungkin karena ibu yang sedikit mempengaruhi. Namun, kesiapan saya menuju langkah menjadi seorang muslimah yang benar-benar2 muslimah itu sulit. Saya belum siap, tak mampu, dan masih banyak yang harus saya perbaiki dari diri ini.

Kawan saya pun amat mendukung langkah itu. Meskipun bersyukur, tapi jujur saya belum siap! Oke, saya tak mau memunafikkan diri saya, bahwa saya terlihat lebih manis dengan jilbab :D
Oke,abaikan pernyataan saya itu!!

Saya ingin mengenakannya saat benar-benar telah siap! Mengenakannya selalu tanpa harus dilepas. Saya tak mau kebanyakan org sekarang, yang mengenakan jilbab hanya sebagai aksesoris saat sekolah, kuliah ataupun bekerja. Saya tak mau seperti itu. Pakai ya pakai terus!! Tanpa harus dilepas. Lebih baik tak usah dikenakan, kalau hanya untuk pelengkap saat keluar rumah.

Itu sebabnya kenapa sampai saat ini saya belum mampu hidup sesuai dengan keyakinan yang saya anut, Islam.

Bismillah, semoga tahun ini memberikan saya keberanian untuk mengambil langkah lebih baik dalam hidup, keadaan, dan moral!
Amien~

*juga dipost: Corat Coret Tumblr

Mempermudah Saja

Emosi bercampur aduk saat tahu mendapat tugas kuliah yang harus segera dikumpul sangat sulit untuk dicari. Baik dalam bentuk buku, ataupun dalam search engine. Grrr, putus asa! Berbagai cara untuk menghindari tugas itu, hmmm mungkin bukan menghindar melainkan untuk mengulur waktu pengumpulan.

Kesal, putus asa.
Hei..saya teringat salah satu kawan yang juga ikut mata kuliah itu. Dan saya ingat dia memiliki buku yang ada kaitannya dengan tugas yang saya dapat. Aah bodohnya,mengapa tak dari dulu saja saya menghubunginya.

Segera saya sms, ke nomornya yang saya dapat dari adik kelas tapi berbeda jurusan.

Tak lama, tadaaaa Commonwealth of Australia jadi sudah...

Segera makalah itu saya upload pada blog kesayangan. Mungkin sebagai tindakan protes karena kesulitan mencari materi itu melalui internet :p
Yaa,sekalihgus membantu mereka-mereka yang nantinya mendapatkan tugas sama seperti saya..

Cheers~

Senin, 20 Desember 2010

Lahirnya Commonwealth of Australia

BAB I

PENDAHULUAN

Faktor-faktor yang mendukung federasi

Ketika Australian Colonies Government Act dikeluarkan oleh pemerintah Inggris, di Australia sudah berdiri empat koloni yang terpisah-pisah, yakni New South Wales sebagai koloni yang tertua, Tasmania yang sejak tahun 1825 dipisahkan dari New South Wales, Australia Barat yang berdiri tahun 1829 namun karna berbagai masalah tumbuh dan berkembang dengan sangat lambat, serta Australia Selatan yang berdiri tahun 1836 berdasarkan teori kolonisasi yang rasional. Dengan dinyatakannya secara eksplisit dalam undang-undang itu bahwa Victoria dipisahkan dari New South Wales, maka jumlah koloni yang masing-masing berdiri sendiri bertambah menjadi lima.

Setiap koloni diberi kebebasan memilih dan menyusun sistem pemerintahan yang dikehendaki. Karena hal itu maka di pusat-pusat koloni timbul kegiatan untuk mengatur pemerintahan sendiri. Dalam mengatur pemerintahan masing-masing terlihat tidak ada satu koloni pun yang memikirkan hubungan kerjasama dengan koloni lain.

Tahun 1847, Earl Grey menteri urusan jajahan pada waktu itu telah menyadari perlunya penanganan kepentingan bersama di antara koloni yang berbeda di Australia, misalnya bea ekspor dan impor, lalu-lintas surat pos dan trasportasi. Idenya ini disampaikan kepada komisi parlemen Inggris, yaitu komisi perdagangan dan perkebunan. Komisi inilah yang tahun 1849 mengusulkan adanya gubernur jendral yang mempunyai kekuasaan yang menghimpun suatu badan yang diberi nama General Assembly Of Australia. Badan ini merupakan wakil dari tiap koloni yang keanggotannya dipilih oleh parlemen dari masing-masing koloni. Badan inilah yang nantinya akan membentuk mahkamah agung yang akan menerima pangaduan banding dari pengadilan-pangdilan koloni, serta membuat aturan atau undang-undang yang berlaku yang berlaku untuk seluruh koloni.

Untuk pertumbuhan dan perkembangan ide persatuan diperlukan waktu. Ide ini tidak tumbuh oleh suatu undang-undang. Pengalaman mereka dalam perjalanan itulah yang mengajarkan mereka untuk menyadari betapa besar kerugian yang harus mereka tanggung dalam perpecahan itu. Mereka mulai menyadari bahwa persatuan jauh lebih memperkuat mereka menghadapi segala sesuatu daripada menghadapi sendiri. Munculnya kekuatan Eropa di wilayah Pasifik, yaitu Jerman di Irian Timur laut, kepulauan Marshal, Solomon, dan Mariana, serta Perancis di New Hebrides, dirasakan sebagai ancaman bersama. Secara fisik memang harus diakuai bahwa ancaman langsung terhadap koloni-koloni di Australia pada waktu itu tidak ada.

Tahun 1880-an, industri di Sydney dan Melbourne mulai mencari pasar diluar batas-batas wilayahnya. Industri penghasil makanan di Sydney memerlukan perluasan pemasaran di Melbourne, akan tetapi jalan untuk itu terhalang oleh ketentuan tentang tariff di Victoria. Sebaliknya industri di Melbourne khususnya yang memproduksi makanan dan tekstil, memerlukan pasar di Sydney dan Adelaide, akan tetapi terpaksa dijual dengan harga tinggi di Sydney karena mahalnya ongkos jasa transportasi; demikian juga di Adelaide yang dikenai bea mahal oleh pemerintah Australia Selatan.

Dorongan untuk bersatu itu datang juga dari organisasi para pekerja Australia yang disebut Trade Union. Berbagai Trade Union di koloni yang berbeda itu menghendaki adanya keseragaman aksi terhadap tenaga kerja Cina, jumlah jam kerja per hari, serta perlindungan atas hak-hak mereka. Untuk mewujudkan keinginannya itu, mereka mengadakan Intercolonial Congress yang diadakan khusus untuk Trade Union.

BAB II

PEMBAHASAN

Mewujudkan Federasi Australia

Pada akhir abad ke 19 banyak politisi dari koloni yang memprakarsai pembentukan suatu bangsa. Selain terdorong oleh berbagai faktor yang ada, pikiran untuk mempersatukan kembali Australia yang terpecah itu terpengaruh dari berkembangnya pemikiran persatuan di Eropa yakni gagasan dan pelaksanaan persatuan Itali dan Jerman.

Henry Parkes, negarawan terkenal dari New South Wales menyarankan pembentukan Federal Council untuk menangani semua masalah yang dihadapi oleh koloni dalam kehidupannya sehari-hari dan untuk memikirkan persatuan semua koloni itu. Ide Parkes ini rupanya menimbulkan pangaruh yang sangat kuat. Pada tahun 1885 pemerintah Inggris mengeluarkan satu undang-undang yang mengijinkan keenam koloni di Australia bersama New Zealand dan Fiji membentuk Federal Council of Australia.

Henry Parkes sendiri sebenarnya tidak mendukung Federal Council tersebut, bahkan mempengaruhi New South Wales agar tidak ikut melibatkan diri di dalamnya. Parkes berpendapat bahwa dewan ini tidak memiliki kekuatan yang nyata, dan hanya akan menghalangi pembentukan Parlemen Federal yang sesungguhnya. Henry Parkes kembali pada rencananya semula. Ia mengemukakan kembali segala hal yang berkaitan dengan Federasi Australia itu dalam pidato yang menggemparkan di Tenterfield, sebuah kota diperbatasan New South Wales dengan Queensland. Kemudian tahun 1890 diadakan pertemuan kepala pemerintahan dari seluruh koloni di Melbourne. Dalam pertemuan itu mereka memutuskan akan mengadakan konvensi federal Australia yang diadakan pertamakalinya di Sydney tahun 1891. Konvensi federal yang pertama ini ditugaskan menyusun sistem pemerintahan atau konstitusi Australia, lalu menyampaikannya pada setiap koloni untuk pengesahan.

Konvensi berhasil menyelesaikan satu tugasnya. Akan tetapi ketika rancangan konstitusi itu disampaikan kepada parlemen di masing-masing koloni, mulai timbul pertentangan-pertentangan yang cukup tajam. Victoria menolak kehadiran New Zealand dalam federasi. Di New South Wales masalah federasi itu menimbulkan kesimpangsiuran karena sikap partai atau kelompok politik dalam parlemen.

Jika masalah federasi Australia itu tetap ditangani hanya oleh para politisi saja, kemungkinan realisasinya akan terus tertunda. Melihat kecenderungan seperti itu, rakyat mulai ikut campur tangan. Di berbagai koloni kemudian terbentuk liga federal. Mereka mengadakan konferensi besar tanpa meminta perhatian dari para politisi. Gerakan rakyat ini didukung oleh Australian Native Association (ANA), yaitu organisasi orang-orang yang dilahirkan di Australia. Dr. John Quick, utusan dari Bendigo yang juga seorang anggota terkemuka liga federal itu, berkampanye untuk penyusunan konstitusi baru dan mengusulkan agar konsep baru itu sebaiknya diputuskan oleh rakyat secara langsung, bukan oleh parlemen setiap koloni. Dalam garis besarnya, ide Quick yang dijadikan pedoman itu adalah sbb:

a. Dorongan kearah federasi itu hendaknya berasal langsung dari rakyat;

b. Konstitusi baru hendaknya disusun oleh suatu konvensi yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh rakyat;

c. Konsep konstitusi itu selanjutnya diserahkan kepada rakyat untuk diterima atau ditolak;

d. Jika konstitusi itu telah diterima di dua atau lebih koloni, maka hendaknyalah konstitusi itu disahkan oleh parlemen Inggris sebagai hukum yang berlaku untuk seluruh koloni.

Lama kelamaan para politisi mulai tertarik lagi, dan menampilkan kembali gerakan federasi itu ke permukaan. Parkes yang pada tahun 1895 sudah berusia 80 tahun lalu digantikan oleh Edmund Barton sebagai pemimpin gerakan federasi tersebut. Ia didampingi juga oleh Alfred Deakin, pemimpin dari Victoria. Sementara itu rakyat terus berjuang dan akhirnya pemerintah setiap koloni menyetujui diselenggarakannya konvensi kedua.

Dalam konvensi kedua, rancangan konstitusi yang disusun dalam konvensi pertama (1891) dilengkapi dan disempurnakan hingga mencapai bentuk dan isi yang diharapkan pada masa itu. Masalah utama yang harus dipecahkan dalam konvensi itu adalah seberapa besar kekuasaan yang harus diserahkan kepada pemerintahan sentral atau pemerintahan federal. Karena bentuk yang mereka hendaki adalah bentuk federasi, bukan negara kesatuan, maka hanya ada dua pilihan. Pertama, tiap koloni mempunyai kekuasaan tertentu. Kekuasaan yang dikehendaki itu disebut secara teliti dan tegas, baru sisanya diserahkan kepada pemerintahan federal. Kedua, disebutkan secara tegas kekuasaan apa saja yang diserahkan kepada pemerintah federal lalu semua kekuasaan lainnya yang tersisa dipegang oleh pemerintahan koloni. Ini berarti kekuasaan pemerintah federal dibatasi dan dengan tegas memelihara hak-hak dan kekuasaan pemerintah negara bagian.

Konvensi memutuskan sistem pemerintahan di mana pemerintahan federal memegang kekuasaan atas hal-hal tertentu, yaitu pertahanan, bea dan cukai, hubungan luar negeri, perdagangan luar negeri, pos dan telegraf, imigrasi dan pelayaran. Ketentuan apa saja yang dikeluarkan oleh Parlemen Federal tentang hal-hal tersebut, maka dengan sendirinya lebih kuat dari ketentuan parlemen negara bagian. Konvensi juga menetapkan nama federasi yang akan dibentuk itu, yaitu Commonwealth of Australia.

Langkah selanjutnya adalah mengadakan referendum di seluruh koloni untuk meminta pendapat rakyat terhadap konstitusi yang telah diputuskan dalam konvensi kedua tersebut. Kecuali di New South Wales, untuk persetujuan hanya dibutuhkan suara mayoritas sederhana. Untuk New South Wales kondisi yang ditetapkan adalah persetujuan didukung oleh paling sedikit 80.000 suara. Pada tahun 1898 diselenggarakan referendum di Victoria, Australia Selatan, Tasmania, dan New South Wales. Queensland dan Australia Barat menangguhkan pelaksanaan referendum.

Hasil referendum di empat koloni tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

HASIL REFERENDUM 1898

Koloni

Suara Yang Setuju

Suara Yang Menolak

Victoria

Australia Selatan

Tasmania

New South Wales

100.520

35.800

11.797

71.595

22.099

17.320

2.716

66.228

Jumlah

219.712

108.363

Pada tahun 1899, diadakan referendum yang kedua. Kali ini lima koloni menyelenggarakan referendum dan hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut:

HASIL REFERENDUM 1898

Koloni

Suara Yang Setuju

Suara Yang Menolak

Victoria

Australia Selatan

Tasmania

New South Wales

Queensland

13.437

65.990

152.653

107.420

38.488

791

17.053

9.805

82.741

30.996

Jumlah

377.988

141.386

Perlu dicatat bahwa dalam referendum kedua ini, rakyat yang ikut member suaranya kurang dari 60% dari rakyat yang sesungguhnya memenuhi syarat.

Tanpa menunggu Australia Barat, kelima koloni mengirimkan rancangan konstitusi federal itu ke Inggris untuk disahkan oleh Parlemen Inggris. Akhirnya, pemerintah Inggris dalam tahun 1900 mengeluarkan undang-undang yang mengijinkan pembentukan federasi tanpa Australia Barat. Undang-undang itu disebut Australian Commonwealth Act. Sementara itu Australia Barat menyelenggarakan referendum dan hasilnya adalah 44.800 setuju dan 19.601 menolak. Dengan demikian, ketika Commonwealth of Australia menjadi kenyataan, federasi itu meliputi enam koloni yang nantinya menjadi negara bagian.

Akhirnya gerakan persatuan di Australia berhasil, setelah 50 tahun lamanya terpecah-pecah. The commonwealth of Australia menjadi kenyataan pada tanggal 1 Januari 1901, kurang lebih tiga minggu sebelum Ratu Victoria meninggal. Pada tanggal 9 Mei 1901, raja Edward VII, diwakili oleh anaknya, Duke of York, membuka secara resmi siding pertama parlemen Federal di Melbourne. Perdana menteri pertama untuk federai yang baru lahir adalah Edmund Barton. Melbourne sementara menjadi tempat kedudukan pemerintahan federal hingga kemudian dipindahkan Ke Canberra tahun 1927.


BAB III

KESIMPULAN

Sebelum koloni-koloni di Australia terdorong kearah pembentukan pemerintahan sendiri secara terpisah, pada tahun 1849, Earl Grey, Menteri Urusan Jajahan Inggris pada waktu itu, telah mengangkat ide tentang perlu adanya Gubernur Jendral dan lembaga yang disebut General Assembly of Australia. Ide ini direkomendasikan oleh satu komisi Parlemen Inggris. Rancangan undang-undang yang memuat ide tersebut disampaikan kepada Parlemen Inggris dalam tahun 1850. Namun ternyata saat itu belum merupakan waktu yang tepat untuk melakukan gerakan federasi. Rancangan undang-undang tersebut pun ditolak oleh Parlemen Inggris.

Menjelang akhir abad 19 seluruh unsur yang menghendaki persatuan berhasil mengkonstruksikan landasan bangunan persatuan Australia. Faktor-faktor yang mendorong koloni-koloni Australia untuk bersatu kembali adalah sbb:

1. Munculnya kekuasaan Eropa lain di daerah Pasifik, seperti Jerman dan Perancis yang dianggap sebagai ancaman bagi semua koloni, sehingga mereka perlu bersatu menghadapinya.

2. Keinginan mereka bersama untuk menjaga agar benua itu hanya diisi oleh orang-orang kulit putih, mendorong hasrat untuk menciptakan ketentuan yang seragam tentang imigrasi orang-orang kulit berwarna, terutama Cina ke negeri itu.

3. Hasrat meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui kerja sama di bidang perdagangan, yang menghendaki pengaturan bersama hal-hal yang berhubungan dengan bea dan cukai perdagangan antar koloni.

4. Keinginan trade union akan adanya ketentuan yang seragam tentang ketenagakerjaan di seluruh koloni.

5. Perkembangan ala-alat komunikasi dan hal-hal yang berhubungan dengan suratpos dan telegaf.

6. Aspek militer dalam pertahanan dan keamanan yang menuntut adanya satu komando, satu front, bila koloni-koloni itu benar-benar diserang musuh.

7. Kebanggaan untuk disebut orang Australia daripada sebagai orang Victoria, orang Tasmania, atau sebutan daerah lainnya.

Lahirnya commonwealth of Australia sebagai wadah yang mempersatukan seluruh koloni Inggris di Australia itu, merupakan buah usaha para politisi, pengusaha, pekerja, rakyat yang ingin bersatu. Sehingga tidak ada golongan yang dapat mengaku paling berjasa untuk itu. Dorongan untuk mewujudkannya antara lain dimotori oleh berbagai liga federasi yang tumbuh dan berkembang di berbagai koloni, landasan konstitusional dan wujudnya dihasilkan lewat konvensi federal, dan pengesahannya dikukuhkan lewat referendum. Maka commonwealth of Australia pun lahir tepat pada tanggal 1 Januari 1901.


Sumber:

J. Siboro. 1989. Sejarah Australia. Depdiknas: IKIP Bandung.

Minggu, 12 September 2010

Surat Untuk Kamu (Bagian Pertama)

Yogyakarta, 14-15 Juli 2010

Ini bukan surat cinta, sayang. Ini ungkapan rasa terimakasih karena kamu telah memilih aku lagi. Ya, lagi. Sempat aku untuk meminta kita berteman saja, karena aku pikir waktu itu aku belum siap untuk menerima siapapun termasuk kamu, menyakiti hati seseorang yang aku lakukan membuatku berpikir seribu kali.

Tapi, tepat di tengah malam, diantara pergantian hari, kamu meminta kita kembali seperti dulu, ya aku menganggap itu cuma guyonan kamu, dan aku membalas dengan guyonan pula. Kamu kesal, kelihatan kok malam itu kamu uring-uringan, mondar-mandir ga jelas, dan entah kenapa kamu tiba-tiba berinisiatif menyalakan lagu yang ada dalam ponselmu, agak aneh memang, dan aku hanya bisa menahan tawa, agar tak membuatmu semakin kesal. Ya kamu mengikuti lagi itu, lagunya sih bagus, Ipang gitu yang nyanyi, jadi aku hanya diam menikmati semilir angin yang berada di taman perguruan tinggi terkenal itu. Semakin larut, aku semakin menahan diam, lebih dari diam seperti biasa, karena sejujurnya aku ingin kembali ke kost menikmati ranjang empuk ketimbang mendengarkan ocehanmu dengan lagu itu.

Kamu semakin meminta dan aku semakin diam, dengan perasaan kesal mungkin kamu melengos menundukkan kepala. Mengaku padaku bahwa kamu mengantuk, pusing menyerang. Agak geram melihatmu seperti itu. Tapi ya sudahlah.

Burjo pun menjadi tujuan, dengan semangkuk mie instan dan teh hangat cukuplah menjadi pengganjal malam itu. Tapi kamu semakin membuatku geram, yang sok tidur atau pura-pura tertidur di meja burjo. Seperti orang bodoh saja aku disitu, koran kemarin pun menjadi sasaran kekesalanku, membacanya dan sumpah sama sekali aku tak mengerti makna berita itu. Dan kurangajarnya (menurut kamu) aku pun membangunkan kamu dengan seidkit hentakan meja. Ah, aku benci melakukannya apalagi diiringi tatapan aneh sang pemilik burjo yang berwajah cukup lumayan itu.

Dan ini bagian paling aneh, kita menghabiskan malam hingga pagi dengan menginap di warnet 24 jam yang tepat berada di wilayah Gejayan. Hmm, laiknya orang bodoh lagi kamu tidur aku pun ngenet, eladah malam itu chat box cukup sepi. Hanya browsing-browsing ga jelas yang aku lakukan.

Eh, aku baru inget ini kan surat untuk kamu sayang, kok saya jadi seperti curhat yaa?? ckckck..
Ya sudahlah, salam sayang untuk kamu selalu :)


* juga dipost: Corat Coret Tumblr